Jalan-jalan ke Museum Sumpah Pemuda

Jumat, 28 Oktober 2011

 sumber gambar : http://bit.ly/uAYDZb

sumber gambar : http://bit.ly/sXUZst

hallo para pemuda indonesia sebangsa dan setanah ait, hari ini pada jumat 27 oktober 2011 kita sebagai warga indonesia memperingati hari sakral di mana pada tahun 1928 di tanggal yang sama di museum ini terjadi peristiwa sakral di mana semua pemuda indonesia bersatu dan mengucapkan sumpah, yang di namai sumpah pemuda, sejarah itu sampai sekarang masih di abadikan di museum sumpah pemuda yang berletak di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat dan dikelola oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.

 sumber gambar : http://bit.ly/w36tzT

Museum ini sengaja di buat dan di jaga keutuhan nya agar para generasi penerus anak-anak dan cucu-cucu kita tetap dapat melihat dan mempelajari peristiwa sakral tersebut, Museum ini memiliki koleksi foto dan benda-benda yang berhubungan dengan sejarah Sumpah Pemuda 1928, serta kegiatan-kegiatan dalam pergerakan nasional kepemudaan Indonesia. Museum Sumpah Pemuda ini didirikan berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta pada tahun 1972 dan menjadi benda cagar budaya nasional.

sumber gambar : http://bit.ly/tkT4IL

sumber gambar : http://bit.ly/szBkTI

Sebagai museum khusus, koleksi museum ini terdiri dari koleksi yang berhubungan dengan peristiwa Sumpah Pemuda. Pada tahun 2007, keseluruhan koleksi berjumlah 2.867 koleksi, dimana koleksi utamanya adalah Gedung Kramat 106 yang merupakan tempat direncanakan dan dilaksanakannya Kongres Pemuda Kedua, 27 – 28 Oktober, 1928. Gedung ini terbagi atas bangunan utama dan paviliun. Bangunan utama terdiri atas serambi depan, satu ruang tamu, 5 kamar, dan satu ruang terbuka atau ruang rapat. Sedangkan bangunan paviliun memiliki 2 kamar.
Koleksi dari museum ini antara lain:
  • Foto kegiatan organisasi pemuda, sebanyak 2.117 koleksi.
  • Bendera organisasi, sebanyak 35 koleksi.
  • Stempel, sebanyak 11 koleksi
  • Biola Wage Rudolf Supratman, sebanyak 1 koleksi
  • Patung dada tokoh pemuda, sebanyak 8 koleksi.
  • Patung tokoh pemuda, sebanyak 11 koleksi.
  • Perlengkapan pandu, sebanyak 9 koleksi.
  • Jaket angkatan 1966, sebanyak 2 koleksi.
  • Kursi, sebanyak 5 koleksi.
  • Lukisan, sebanyak 4 koleksi.
  • Vespa, sebanyak 1 koleksi.
  • Diorama, sebanyak 1 koleksi.
  • Pahatan marmer, sebanyak 3 koleksi.
  • Dan banyak lagi,,hehe
 sumber gambar : http://bit.ly/sSLIOZ

Koleksi yang dimiliki oleh museum ini dipamerkan dalam ruang pameran tetap dengan penataan yang mengikuti kronologis peristiwa Sumpah Pemuda dengan harapan dapat menggambarkan untaian peristiwa Sumpah Pemuda.


Waspada Terhadap Jebakan Polantas

Kamis, 27 Oktober 2011

sumber gambar : http://bit.ly/uLEjDd
 
jakarta adalah kota macet yang penuh cerita, baik di dunia politik,pemerintahan,perekonomian,bakan di jalan pun banyak sekali cerita, tak sedikit dari kita para pengguna jalan itu kesal dan frustasi dengan kemacetan tapi di balik kekesalan para pengguna jalan ternyata banyak yang memanfaatkan keadaan ini, siapakah yang di maksud?

ya mereka para oknum polantas (polisi lalu lintas) yang kerap mencari keuntungan di balik kemacetan yang terjadi di jakarta, kita tak perlu heran salah satu sumber berita nasional telah menuliskan dalam artikel nya bahwa ada lebih dari 40 titik jebakan polantas bagi kendaraan, aksi menjebak pengendara untuk melakukan pungutan liar itu terus menerus dibiarkan.


40 titik yang kerap dijadikan lahan pungutan liar itu terjadi hampir di seluruh jalur busway. Selain itu, hampir di seluruh flyover dan underpass, seperti di Pasar Minggu, Pramuka, Tanah Tinggi, Pesing, dan lain-lain. Mengapa di katakan menjebak?karena polisi bukannya mengurai kemacetan di titik kemacetan, mereka justru berdiri tersembunyi di ujung jalan. Akhirnya, pengendara yang frustrasi dengan kemacetan, nekat menerobos masuk jalur busway dan kemudian terjebak alias tertangkap polisi.

Seharusnya, jika polisi memang ingin mengurai kemacetan dan memberikan imbauan kepada masyarakat, mereka berdiri di depan di titik kemacetan. "Aksi polisi ini sudah banyak dikeluhkan publik, tapi para petinggi Polda Metro Jaya tetap saja tidak peduli dan membiarkannya,"

sumber gambar : http://bit.ly/vdsxU6

Neta menegaskan, keberadaan polantas adalah sesuatu yang strategis di Polri, sebab ia adalah etalasenya Polri. "Jika etalasenya dibiarkan begitu buruk, citra Polri akan semakin terpuruk," tandasnya.
Untuk itu, Polri harus terus-menerus merawat, menjaga, dan menata etalasenya ini dari ulah oknum-oknum yang kerap melakukan pungli.


Selain itu, lalulintas jangan dijadikan ATM atau mesin uang oleh oknum-oknum pejabat kepolisian. Sebab, inilah yang membuat oknum polantas di lapangan berbuat hal yang melanggar hukum, melakukan pungli, dan tidak serius menangani kemacetan lalulintas di Jakarta.


 SEMOGA BERMANFAAT